Lompat ke konten
Panduan

BOI dan FBL di Thailand: Cara Memiliki Bisnis 100% di Tahun 2026

BOI dan FBL di Thailand: Cara Memiliki Bisnis 100% di Tahun 2026
Photo: Siamways Individualreisen / Pexels
Ringkasnya

BOI dan FBL memungkinkan warga negara asing memiliki 100% saham perusahaan di Thailand tanpa mitra lokal. Namun antrean pengajuan makin panjang, jadi pengusaha yang ingin siap sebelum high season November 2026 sebaiknya mengajukan permohonan pada April-Mei 2026.

Kenapa Ini Penting untuk Anda Sekarang

Banyak warga Indonesia yang berencana membuka bisnis di Phuket atau kota lain di Thailand masih terjebak pada satu anggapan lama: harus punya mitra lokal yang menguasai 51% saham. Padahal ada dua jalur resmi yang memungkinkan Anda memegang 100% saham perusahaan Thailand tanpa mitra Thailand sama sekali, yaitu BOI (Board of Investment) dan FBL (Foreign Business License). Masalahnya, antrean pengajuan di Departemen Pengembangan Bisnis (DBD) dan BOI sedang menumpuk, sehingga proses yang dulunya hanya 3-4 bulan kini bisa memakan waktu jauh lebih lama.

Bagi calon pengusaha yang menyasar musim ramai turis, waktu adalah segalanya. Yang mengajukan permohonan di musim semi punya kesempatan realistis untuk mulai beroperasi sebelum high season. Yang menunggu sampai musim gugur berisiko kehilangan satu musim penuh pendapatan.

Apa Sebenarnya BOI dan FBL Itu?

BOI (Board of Investment) adalah badan promosi investasi milik negara Thailand yang menerbitkan sertifikat bagi perusahaan yang mereka setujui. Sertifikat BOI memberi hak kepemilikan asing 100% plus paket insentif pajak yang cukup besar.

FBL (Foreign Business License) adalah izin yang dikeluarkan oleh Departemen Pengembangan Bisnis (DBD) yang mengizinkan warga asing menjalankan aktivitas usaha yang dibatasi oleh Foreign Business Act. Berbeda dari BOI, FBL tidak membawa insentif pajak, ia sekadar izin kepemilikan penuh.

Sebagai perbandingan, struktur standar di Thailand adalah pola 51/49, di mana warga asing hanya bisa memegang maksimal 49% saham sementara mitra Thailand menguasai mayoritas dan pengambilan keputusan. Bagi banyak investor Indonesia yang ingin kendali penuh atas properti komersial atau bisnis jasa mereka di Phuket, pola ini jelas kurang ideal.

Ada pula jalur ketiga, US Treaty of Amity, yang memungkinkan kepemilikan mayoritas atau bahkan penuh bagi investor asal Amerika Serikat dalam kondisi tertentu. Namun jalur ini hanya berlaku untuk warga negara AS, bukan opsi bagi investor Indonesia.

BOI vs FBL: Mana yang Cocok untuk Bisnis Anda?

BOI paling sesuai untuk sektor manufaktur, IT, kesehatan, pendidikan, dan proyek pariwisata bernilai tinggi. FBL lebih cocok untuk usaha perdagangan, jasa, dan konsultasi. Beberapa jenis usaha bisa memenuhi syarat di kedua jalur, sehingga konsultasi dengan pengacara yang memahami hukum korporasi Thailand sangat disarankan sebelum menentukan arah.

Sektor yang memenuhi syarat untuk BOI antara lain pariwisata dan perhotelan, kesehatan dan kedokteran, pendidikan, IT dan teknologi digital, manufaktur, logistik, pengolahan hasil pertanian (agro-processing), dan energi. Daftar lengkap kategori yang memenuhi syarat dipublikasikan di situs resmi BOI Thailand.

Keuntungan Pajak dan Insentif dari BOI

Ini yang membuat BOI jauh lebih menarik dibanding sekadar izin kepemilikan biasa:

  • Bebas pajak korporasi (corporate income tax) hingga 8 tahun, bahkan bisa sampai 13 tahun untuk kategori prioritas tertentu. Tarif pajak korporasi standar Thailand sendiri adalah 20%
  • Bea impor nol persen (zero import duties) untuk mesin dan bahan baku, yang sangat krusial bagi proyek manufaktur dan teknologi
  • Proses visa kerja yang lebih sederhana melalui Smart Visa dan One Stop Service Center

Berapa Biaya dan Modal yang Dibutuhkan?

Biaya pengajuan resmi ke pemerintah sendiri relatif kecil. Pengeluaran utama biasanya berasal dari biaya jasa hukum, yang berkisar 100.000 hingga 500.000 THB tergantung kompleksitas proyek Anda, serta pemenuhan syarat modal minimum yang terdaftar.

Modal minimum yang harus didaftarkan bervariasi tergantung sektor, tetapi umumnya dimulai dari 2 juta THB (sekitar 57.000 USD). Selain modal, BOI juga meminta rencana bisnis yang detail: volume investasi, jumlah lapangan kerja yang tercipta untuk warga Thailand, dan rencana pengembangan teknologi.

Langkah-Langkah Mengajukan BOI atau FBL

  1. Tentukan aktivitas bisnis dan jalur yang tepat. Konsultasikan dengan pengacara spesialis hukum korporasi Thailand sebelum memutuskan antara BOI atau FBL
  2. Siapkan business plan dan model keuangan yang mencakup volume investasi, penciptaan lapangan kerja, dan rencana teknologi
  3. Kumpulkan dokumen pendukung: paspor pendiri, laporan keuangan perusahaan induk (jika ada), deskripsi proyek dalam bahasa Inggris, dan spesifikasi teknis untuk peralatan yang akan diimpor
  4. Ajukan permohonan melalui kanal resmi. BOI diajukan lewat sistem e-Investment Promotion atau langsung ke kantor BOI di Bangkok. FBL diajukan ke DBD
  5. Mulai persiapan peluncuran secara paralel. Begitu permohonan diajukan, Anda sudah bisa membuka rekening bank korporat, mengajukan izin kerja, dan memulai aktivitas pemasaran
  6. Jika berencana datang langsung untuk pertemuan dan survei lokasi, pesan akomodasi di Bangkok lebih awal agar bisa mengatur jadwal kunjungan ke kantor pemerintah dan konsultan hukum
  7. Terima persetujuan dan daftarkan perusahaan setelah BOI atau DBD menyetujui permohonan Anda. Sejak titik ini, perusahaan bisa beroperasi secara legal di Thailand
  8. Urus visa dan izin kerja melalui One Stop Service Center, yang lebih mudah diakses bagi perusahaan yang dipromosikan BOI

Kenapa Timing di 2026 Sangat Krusial

Volume permohonan BOI dan DBD pada periode 2025-2026 meningkat tajam, dan waktu prosesnya sudah terbukti memanjang jauh dari standar sebelumnya. High season Thailand, yaitu periode November hingga Maret, adalah masa permintaan tertinggi di sektor pariwisata, ritel, dan jasa. Bisnis yang belum beroperasi pada bulan November akan kehilangan bulan-bulan paling menguntungkan sepanjang tahun.

Jika Anda mengajukan permohonan pada April-Mei 2026, Anda punya kesempatan realistis untuk siap beroperasi sebelum high season November 2026 hingga Maret 2027. Semakin lama menunda, semakin besar risiko kehilangan momentum musim ramai berikutnya.

Yang menarik, Anda tidak perlu menunggu persetujuan penuh untuk mulai bergerak. Begitu permohonan diajukan, Anda sudah bisa membuka rekening bank korporat, mengajukan visa kerja untuk staf, dan mulai aktivitas pemasaran, semua bisa berjalan paralel sambil menunggu proses administratif selesai.

FAQ

Apa perbedaan utama antara BOI dan FBL?

BOI adalah skema promosi investasi dengan insentif pajak (bebas pajak korporasi 8-13 tahun, bea impor nol persen). FBL hanya izin kepemilikan asing tanpa insentif pajak tambahan. BOI lebih cocok untuk manufaktur dan teknologi, sementara FBL lebih pas untuk perdagangan dan jasa.

Apakah warga negara Indonesia bisa memiliki 100% bisnis di Thailand tanpa mitra lokal?

Ya, ini justru tujuan utama dari BOI dan FBL. Tanpa kedua mekanisme ini, warga asing (termasuk warga Indonesia) hanya bisa memegang maksimal 49% saham dalam struktur perusahaan Thailand standar. US Treaty of Amity juga memungkinkan kepemilikan penuh, tetapi hanya untuk warga negara Amerika Serikat.

Apakah saya harus berada di Thailand secara fisik untuk mengajukan BOI?

Tidak. Permohonan bisa diajukan melalui pengacara yang berwenang. Namun kehadiran langsung bisa mempercepat proses, terutama pada tahap wawancara dengan komite BOI.

Berapa lama proses BOI di tahun 2026?

Dulunya proses BOI hanya membutuhkan 3-4 bulan, tetapi lonjakan volume permohonan membuat waktu proses memanjang secara signifikan. Mengajukan permohonan pada April atau Mei memberi kesempatan realistis untuk menyelesaikan semuanya sebelum November.

Apakah BOI bisa digunakan untuk membeli properti pribadi?

BOI dirancang untuk bisnis yang beroperasi, bukan pembelian properti pribadi. Namun, perusahaan yang dipromosikan BOI bisa memperoleh properti komersial untuk keperluan usaha, termasuk tanah, yang biasanya dibatasi bagi warga asing. Bagi Anda yang tertarik pada peluang properti komersial di Phuket sebagai bagian dari rencana bisnis ini, tim Properti Thailand bisa membantu menghubungkan Anda dengan opsi yang sesuai.

Sumber: AIM Bangkok

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa perbedaan utama antara BOI dan FBL di Thailand?

BOI adalah skema promosi investasi dengan insentif pajak seperti bebas pajak korporasi hingga 8-13 tahun dan bea impor nol persen. FBL hanya izin kepemilikan asing tanpa insentif pajak tambahan. BOI cocok untuk manufaktur dan teknologi, FBL cocok untuk perdagangan dan jasa.

Apakah warga negara Indonesia bisa memiliki 100% bisnis di Thailand?

Ya, melalui BOI atau FBL warga negara Indonesia bisa memegang 100% saham perusahaan Thailand tanpa mitra lokal. Tanpa mekanisme ini, kepemilikan asing standar dibatasi maksimal 49% saham.

Berapa modal minimum yang dibutuhkan untuk mengajukan BOI?

Modal minimum yang didaftarkan bervariasi menurut sektor, tetapi umumnya dimulai dari 2 juta THB atau sekitar 57.000 USD, ditambah biaya jasa hukum yang berkisar 100.000 hingga 500.000 THB tergantung kompleksitas proyek.

Kapan waktu terbaik mengajukan BOI agar siap sebelum high season 2026?

Mengajukan permohonan pada April-Mei 2026 memberi kesempatan realistis untuk siap beroperasi sebelum high season November 2026 hingga Maret 2027, mengingat waktu proses BOI dan FBL kini lebih panjang dari standar 3-4 bulan sebelumnya.