Lompat ke konten
Panduan

Gelombang IPO Properti Asia Tenggara Senilai $3 Miliar: Apa Artinya untuk Thailand di 2026

Gelombang IPO Properti Asia Tenggara Senilai $3 Miliar: Apa Artinya untuk Thailand di 2026
Photo: Markus Winkler / Pexels
Ringkasnya

Vietnam dan Malaysia menyerap hampir seluruh dana IPO properti Asia Tenggara senilai $3 miliar di semester I 2026, sementara Thailand justru absen. Bagi pembeli properti perorangan, situasi ini justru membuka peluang masuk pasar Phuket dengan persaingan institusional yang lebih longgar.

Kalau Anda sedang menimbang-nimbang beli kondominium di Phuket, ada satu berita dari pasar modal yang mungkin luput dari radar, tapi justru menguntungkan posisi Anda sebagai pembeli perorangan. Di semester pertama 2026, perusahaan-perusahaan properti se-Asia Tenggara berhasil menghimpun sekitar $3 miliar lewat aksi IPO di bursa saham. Namun dari jumlah itu, porsi terbesar mengalir ke Vietnam dan Malaysia, sementara Thailand, pasar properti terbesar kedua di kawasan ini, nyaris tidak kebagian jatah pada putaran ini.

Jangan buru-buru menyimpulkan ini sebagai sinyal bahaya. Ketika dana institusional besar-besaran mengalir ke bursa Ho Chi Minh City dan Kuala Lumpur ketimbang Bangkok, itu lebih mencerminkan pergeseran struktural pasar modal, bukan investor kabur dari Thailand. Uangnya tidak menghilang, hanya berpindah alokasi. Pertanyaan yang lebih penting bagi calon pembeli asal Indonesia: apa artinya pergeseran ini untuk Anda yang ingin membeli properti fisik, bukan saham REIT?

Jawaban Singkat

  • $3 miliar berhasil dihimpun lewat IPO properti se-Asia Tenggara pada semester I 2026, menurut data Nikkei Asia
  • Penerbit saham terbesar antara lain UI Boustead REIT (Malaysia), Sunway Healthcare, dan Dien May Xanh (Vietnam)
  • Vietnam dan Malaysia mendominasi daftar listing baru; Thailand tidak masuk jajaran pemain utama putaran ini
  • REIT-REIT Thailand justru diperdagangkan di bawah nilai aset bersihnya (NAV), membuka celah menarik untuk investasi langsung ke aset fisik
  • Bagi pembeli perorangan yang mengincar kondominium di Phuket dan Bangkok, kondisi ini secara umum menguntungkan: makin sedikit persaingan dari dana institusional, makin rendah pula hambatan masuk pasar
  • Para analis memperkirakan Thailand akan meluncurkan insentif baru untuk menarik modal asing pada semester kedua 2026

Fakta-Fakta Kunci yang Perlu Anda Tahu

  • Total nilai IPO: Nikkei Asia memperkirakan perusahaan-perusahaan properti se-Asia Tenggara menghimpun total sekitar $3 miliar dari bursa-bursa regional sepanjang semester I 2026
  • Momentum Malaysia: UI Boustead REIT tercatat sebagai salah satu listing terbesar, mencerminkan minat investor yang tumbuh terhadap properti industri dan komersial Malaysia
  • Booming Vietnam: Dien May Xanh dan penerbit saham lainnya diuntungkan oleh naiknya konsumsi domestik dan urbanisasi, dengan PDB Vietnam tumbuh 6-7% per tahun selama tiga tahun terakhir
  • Posisi Thailand: Bursa Efek Thailand (SET) tetap menjadi platform REIT terbesar di ASEAN, menaungi lebih dari 40 dana properti dengan total kapitalisasi pasar di atas $15 miliar menurut data SET, meski tidak ada listing besar baru di semester I 2026
  • Penguatan baht: mata uang baht Thailand menguat 3-4% terhadap dolar AS sejak awal tahun, membuat aset Thailand jadi lebih mahal bagi pembeli asing, sekaligus menjelaskan sebagian alasan mengapa modal justru bergeser ke pasar dengan mata uang yang lebih lemah
  • Yield sewa: rata-rata yield sewa kondominium berada di kisaran 4-6% per tahun di Bangkok dan 6-8% di Phuket, unggul dibanding aset sejenis di Malaysia dan Vietnam
  • Aturan kepemilikan asing: hukum Thailand mengizinkan orang asing memiliki hingga 49% dari total luas lantai sebuah bangunan kondominium dengan status hak milik (freehold), tetap menjadi salah satu kerangka hukum paling transparan di kawasan ini
  • Keyakinan pengembang di lapangan: para pengembang besar Thailand justru pasang taruhan besar di Phuket meski aktivitas IPO melambat. Origin Property mengalokasikan 3 miliar baht untuk Phuket periode 2026-2028, dengan pengakuan pendapatan hotel dan kondo dimulai kuartal IV 2026, sementara Sansiri menargetkan 40 miliar baht proyek baru di Phuket dalam empat tahun, setara nilai pembangunan pulau ini selama 15 tahun terakhir, tapi dikejar hanya dalam empat tahun

Kenapa Modal Institusional Justru Lari ke Vietnam dan Malaysia, Bukan Thailand?

Ada dua alasan utama. Pertama, Vietnam dan Malaysia menawarkan kondisi IPO yang lebih menarik, termasuk prosedur listing yang lebih sederhana dan insentif pajak. Kedua, pasar Thailand memang sudah cukup matang, mayoritas pemain besar sudah lebih dulu melantai di bursa, sehingga ruang untuk penawaran skala besar baru jadi lebih sempit dibanding negara tetangga yang pasarnya masih berkembang.

Apa Itu REIT dan Kenapa Penting Bagi Pasar Properti?

REIT (Real Estate Investment Trust) adalah dana yang memiliki properti komersial dan wajib membagikan minimal 90% dari pendapatannya kepada pemegang unit. Lewat REIT, investor bisa mendapat eksposur ke sektor properti melalui pasar saham publik tanpa harus membeli unit fisik. Naiknya aktivitas IPO REIT jadi indikator tingkat kepercayaan investor institusional terhadap suatu sektor.

Apakah $3 Miliar IPO Regional Ini Memengaruhi Harga Properti di Thailand?

Secara langsung, tidak ada dampak terhadap harga. Tapi secara tidak langsung, dana institusional yang mengalir ke negara lain justru mengurangi tekanan persaingan di pasar Thailand. Artinya, Anda sebagai pembeli perorangan mendapat lebih banyak pilihan proyek, dan pengembang pun jadi lebih terbuka untuk negosiasi harga maupun skema pembayaran.

Akankah Ada IPO Properti Thailand di Semester II 2026?

Estimasi pasar menunjukkan SET tengah menyiapkan beberapa listing baru di sektor perhotelan dan logistik. Pemerintah Thailand juga tengah membahas insentif tambahan untuk menarik modal asing, termasuk perluasan program visa investor.

Wilayah Mana di Thailand yang Paling Menarik untuk Investasi Saat Ini?

Phuket tetap menjadi juara regional dalam hal yield sewa di antara destinasi resor Asia Tenggara, dengan angka 6-8% per tahun. Bangkok menonjol untuk segmen kondominium mewah di sepanjang jalur BTS dan MRT. Yang menarik, pembeli asing kini menyumbang sekitar 75% dari total pembeli kondo di Phuket, dan proyek seperti Peylaa Phuket berkapasitas 408 unit di Bang Tao memang dirancang khusus untuk memenuhi permintaan internasional ini. Pattaya juga tengah pulih pasca-pandemi, meski yield sewanya masih tertinggal dari Phuket.

Bagaimana Vietnam dan Thailand Bersaing Memperebutkan Modal Investor?

Vietnam menarik investor lewat pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dan biaya tenaga kerja yang lebih murah. Thailand bersaing lewat infrastruktur yang sudah matang, perlindungan hak properti yang lebih kuat, serta industri pariwisata yang sudah mapan. Bagi investor properti residensial, Thailand tetap jadi pasar yang lebih bisa diprediksi dan lebih aman secara hukum.

Bisakah Investor Asing Membeli REIT Thailand Secara Langsung?

Secara teknis bisa, lewat broker internasional yang punya akses ke SET. Dalam praktiknya, ini berarti Anda perlu membuka rekening broker di Thailand, dan ambang minimum investasi REIT biasanya dimulai dari beberapa ribu baht saja. Namun bagi kebanyakan pembeli, membeli kondominium secara langsung justru jauh lebih sederhana dan transparan dibanding masuk lewat instrumen pasar modal.

Bagaimana Penguatan Baht Memengaruhi Investasi Properti?

Baht yang menguat membuat biaya masuk jadi lebih mahal bagi pembeli asing. Tapi di sisi lain, penguatan ini juga meningkatkan hasil investasi saat dikonversi kembali ke dolar atau mata uang lain pada saat dijual kembali. Untuk investor jangka panjang, stabilitas mata uang seperti ini justru menguntungkan dalam hitungan akhir.

Arus modal institusional ke properti Asia Tenggara memang terus tumbuh, dan untuk saat ini Thailand tertinggal dari Vietnam serta Malaysia dari sisi volume IPO. Tapi Thailand tetap memegang keunggulan mendasar bagi investor perorangan: kerangka hukum yang transparan, yield sewa yang tinggi, dan infrastruktur yang matang. Selagi dana-dana besar sedang melirik ke tempat lain, ini justru jadi jendela kesempatan langka bagi pembeli individu untuk masuk pasar tanpa harus bersaing dengan modal institusional raksasa.

Kalau Anda sedang mempertimbangkan untuk berinvestasi di Thailand, tim Properti Thailand siap membantu Anda menemukan properti yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran Anda.

Sumber: Nikkei Asia

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah pergeseran modal IPO ke Vietnam dan Malaysia berarti pasar properti Thailand melemah?

Tidak. Ini lebih mencerminkan pasar Thailand yang sudah matang, dengan sebagian besar pemain besar sudah lebih dulu listing di bursa. Fundamental Thailand tetap kuat: SET menaungi lebih dari 40 dana properti dengan kapitalisasi pasar di atas $15 miliar, dan yield sewa kondominium di Phuket tetap tinggi di kisaran 6-8% per tahun.

Apakah momen ini waktu yang tepat bagi orang Indonesia untuk beli kondo di Phuket?

Berkurangnya persaingan dari dana institusional besar membuat pengembang Thailand lebih terbuka untuk negosiasi harga dan skema pembayaran. Ditambah lagi, hukum Thailand mengizinkan kepemilikan asing hingga 49% dari total luas lantai kondominium dengan status freehold, salah satu aturan paling transparan di Asia Tenggara.

Berapa yield sewa kondominium di Phuket dibanding Bangkok?

Rata-rata yield sewa tahunan berada di kisaran 6-8% di Phuket dan 4-6% di Bangkok, keduanya mengungguli aset properti sejenis di Malaysia maupun Vietnam berdasarkan data yang tersedia.

Apakah penguatan baht membuat properti Thailand jadi kurang menarik untuk investor Indonesia?

Baht yang menguat 3-4% terhadap dolar AS memang menaikkan biaya masuk dalam jangka pendek, tapi juga berpotensi meningkatkan nilai investasi saat dikonversi kembali ke mata uang lain pada masa penjualan, sehingga investor jangka panjang tetap diuntungkan dari sisi stabilitas nilai tukar.